"Ucapkan niatmu…
Apa yang ingin kau sembuhkan, atau kembalikan pada keutuhan.
Sekarang… pasrahkan semuanya.
Tidak perlu tahu bagaimana cara-Nya.
Serahkan pada Allah, Yang Maha Mengetahui Jalan Pulangmu.
Tarik napas…
Lalu biarkan tubuhmu tenang.
Biarkan aku hadir di sini… bukan untuk membenahi…
Tapi untuk menemani.
Bila ada yang harus hadir, izinkan hadir.
Bila ada yang harus pergi, izinkan pergi.
Tubuhmu tahu jalan pulang.
Pulang pada fitrah, pada kedamaian, pada kesehatan, pada cinta.
Sekarang aku menyentuhmu…
Bukan untuk mengubahmu,
Tapi untuk menjadi saksi atas keutuhan yang sedang kembali.
Kau tak perlu berusaha.
Karena di level terdalam, semua sudah selesai.
Kau sudah disembuhkan—
bahkan sebelum kau meminta.
Kapan pun kamu siap, kamu boleh kembali.
Tapi ingat… hatimu sudah tahu jalannya."
Apa yang ingin kau sembuhkan, atau kembalikan pada keutuhan.
Sekarang… pasrahkan semuanya.
Tidak perlu tahu bagaimana cara-Nya.
Serahkan pada Allah, Yang Maha Mengetahui Jalan Pulangmu.
Tarik napas…
Lalu biarkan tubuhmu tenang.
Biarkan aku hadir di sini… bukan untuk membenahi…
Tapi untuk menemani.
Bila ada yang harus hadir, izinkan hadir.
Bila ada yang harus pergi, izinkan pergi.
Tubuhmu tahu jalan pulang.
Pulang pada fitrah, pada kedamaian, pada kesehatan, pada cinta.
Sekarang aku menyentuhmu…
Bukan untuk mengubahmu,
Tapi untuk menjadi saksi atas keutuhan yang sedang kembali.
Kau tak perlu berusaha.
Karena di level terdalam, semua sudah selesai.
Kau sudah disembuhkan—
bahkan sebelum kau meminta.
Kapan pun kamu siap, kamu boleh kembali.
Tapi ingat… hatimu sudah tahu jalannya."

0 komentar:
Posting Komentar