Saya membaca buku Winnie the Pooh original berbahasa Inggris pertama kalinya di perpustakaan British Council ITB.
Saya ingat sangat terkesan dengan isi buku yang bercerita dengan sederhana namun penuh makna tentang persahabatan, ketulusan, kebesaran hati untuk melepas pergi, dan kebahagiaan sejati.
Satu baris kalimat di bagian belakang buku tidak pernah lepas dari benak saya, meski sudah berlalu bertahun-tahun. Sebuah kalimat yang membuat saya menitikkan air mata ketika membacanya : "But wherever they go, and whatever happens to them on the way, in that enchanted place on the top of the Forest, a little boy and his Bear will always be playing".
Artinya kurang lebih seperti ini: "Tapi ke mana pun mereka pergi, dan apa pun yang terjadi pada mereka di tengah jalan, di tempat ajaib di atas Hutan itu, seorang anak laki-laki kecil dan Beruangnya akan selalu bermain."
Saat itu, saya membacanya ketika berjuang sebagai seorang mahasiswa teknik setelah dua tahun meninggalkan SMA.
Tahun pertama lulus SMA, saya kuliah di jurusan Hubungan Internasional, namun hati saya tidak merasa cocok di sana. Tahun berikutnya, saya mencoba lagi ujian masuk kuliah dan belum juga mendapat jawaban yang membuat hati tenang. Akhirnya, di tahun terakhir kesempatan mengikuti UMPTN, saya nekat mengambil bimbel hingga akhirnya diterima di ITB.
Saat membaca buku tersebut di perpustakaan yang dingin dan sepi, hati saya terusik. Di sana saya duduk,
seorang diri, berusaha menyeimbangkan diri antara impian masa depan dan kenyataan sulitnya menjadi seorang mahasiswa teknik.
Tidak ada seorang pun yang mendukung saya. Saya jauh dari rumah dan keluarga di Depok. Saya merasa asing di kota dan kampus itu. Namun buku itu, cerita sederhana di dalamnya, dan kalimat-kalimatnya, membuat saya seakan ditemani.
Seorang perempuan, muda, sendirian. Seperti Winnie the Pooh yang menghadapi dunia dengan kepolosannya; tidak tahu banyak, tidak mengerti banyak.
Seorang yang hanya bisa melihat apa yang ada di hadapannya saat itu. Tidak punya impian yang jauh ke depan, apalagi tinggi menjulang.
Kalimat terakhir buku itu seakan berkata pada hati saya : Apapun yang akan terjadi di hadapan, kamu akan selalu bisa mendapat kebahagiaan. Entah bersama orang lain atau sendirian, akan selalu ada joy (kegembiraan) & laughter (tawa) yang bisa kamu nikmati, selama kamu bisa menemukan 'Enchanted Place' (Tempat Ajaib) di hatimu. Dan saat itulah air mata saya menitik.


0 komentar:
Posting Komentar